Perdana, SKB Mengadakan Kursus Menjahit Pertama Kali Sejak Berubah Status
14/08/2018 Berita

Tanjung Redeb - Disdik Berau,  Sejak berganti status dari UPTD menjadi SPNF  (Satuan Pendidikan Non Formal), SKB Tanjung Redeb terus berbenah dengan menyajikan pelatihan yang semakin dicari-cari masyarakat Berau untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan.

 

Untuk pelatihan perdana ini, keahlian yang dipilih adalah kursus menjahit tingkat dasar. Acara yang dilaksanakan kurang lebih 30 hari ini dibuka pada tanggal 2 Agustus di ruang serbaguna SKB, jalan Ramania Tanjung Redeb, Berau. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Berau, Bapak Juliansyah SE. Pada kesempatan ini beliau berharap dengan perubahan status SKB dari UPTD menjadi SPNF akan berakibat positif pagi pengembangan SKB, seperti semakin mudahnya mendapatkan pembiayaan pendidikan non formal dari pemerintah pusat maupun propinsi. Beliau juga berharap dengan pelatihan perdana ini, masyarakat akan semakin mengetahui fungsi SKB yang menjadi semakin luas sebagai penyedia layanan pendidikan non formal seperti pelatihan dan juga KB (Kelompok Bermain) dan juga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Acara ini sebelumnya dibuka dengan laporan dan penyampaian oleh PLT Kepala SKB, Ibu Marsiyem memaparkan beberapa hal seperti sumber dana yang berasal dari peserta yang murni digunakan untuk membayar honor instruktur, mengingat tidak adanya bantuan biaya dari pemerintah. Biaya sebesar Rp. 600.000,- ini tentu sangat murah dan terjangkau oleh masyarakat, dengan durasi selama 30 hari dibarengi dengan ilmu menjahit baik teori maupun praktek tentunya akan menambah wawasan peserta, mulai dari teori rancang sampai finishing. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan pelatihan sejenis, mengingat fungsi SKB sebagai wadah pendidikan non formal bagi masyarakat. Beliau juga berharap dengan sumber pembiayaan swadana ini, amanat undang-undang tentang pendidikan yang berusaha mewujudkan pendidikan yang maju dengan melibatkan peran serta masyarakat dan tidak tergantung dengan pemerintah saja.

Sejak pelatihan ini dibuka, animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi, terbukti sejak beredarnya broadcast via whatsapp baru 2 hari saja pendaftaran telah ditutup, mengingat keterbatasan peralatan yang dimiliki SKB sehingga peserta hanya dibatasi 30 orang saja yang dibagi 2 sessi (pagi dan sore). Sehingga SKB pun berencana akan membuka pelatihan sejenis untuk angkatan ke-2 yang kemungkinan dilaksanakan di bulan september ini.

Semoga dengan kegiatan ini, SKB akan terus berkarya dan membantu masyakarat untuk dapat menguasai keahlian yang diperlukan masyakat sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan demi membangun bumi batiwakkal tercinta.

 

#horangaitih